MUNGKINKAH H1 SEORANG PEREMPUAN ?

budi-waluyo.jpgPada saat acara penyerahan penghargaan MURI berkaitan dengan Menteri Keuangan Pertama yang menandatangtangani ORI pertama, Jaya Suprana mengatakan ada yang tertinggal dalam penyerahan penghargaan tersebut yaitu pemberian penghargaan untuk Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Perempuan pertama. Penulis berpikir mengapa hanya Ibu Sri Mulyani, bukankah Ibu Megawati Sukarno Putri juga Presiden RI Perempuan pertama, juga Ibu Ratu Utut sebagai Gubernur Perempuan pertama di Indonesia dan sederetan perempuan Indonesia lain yang dapat diandalkan sebagai pemimimpin bangsa.

Prolog di atas ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa perempuan patas mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa.Apa yang terpikir bahwa perempuan banyak yang dimarginalkan tapi ternyata secara tak terduga dapat menjadi orang pertama di republik ini, dapat juga menjadi orang pertama di Propinsi Banten. Bagaimana dengan Gubernur Jawa Tengah 2008 (H1) mungkinkah seorang perempuan yang nanti sekaligus menjadi Gubernur Jawa Tengah Perempuan Pertama yang tentunya MURI siap memberikan pengahargaan.

Melihat perkembangan Pilgub Propinsi Jawa Tengah 2008, peluang permpuan untuk menjadi H1 sangat kecil, tetapi peluang itu belum tertutup sama sekali karena PDI-P dan PKB sampai sekarang belum menentukan calonnya. Cagub yang sudah definitip antara lain B-A (Bambang –Adnan) dari Partai Golkar dan S-S (Sukawi-Sudharto) dari Partai Demokrat yang kemungkinan berkoalisi dengan PKS. Dari para cagub yang ada dan kemungkinan yang akan menyusul,muncul keprihatinan tidak adanya calon gubernur perempuan. Pada hal era persamaan gender telah dikumandangkan seluruh dunia, perempuan 20 % di parlemen telah juga diundangkan, apa yang masih kurang ?. Perempuan sudah mendapat eksistensi baik secara cultural maupun di kancah politik. Bebicara pemimpin perempuan Jawa Tengah sebelum era kemerdekaan memiliki pejuang emansipasi yaitu R.A. Kartini dan tentunya masih banyak lagi dan untuk sekarang ini apakah tidak ada kartini-kartini lain yang pantas menjadi H1?

Sudah kami sampaikan diatas bahwa peluang gubernur Jawa Tengah Perempuan belum tertutup karena peluang masih ada dan tinggal mengharapkan PDI-P dan PKB. Kedua partai tersebut sangat konsisten mengangkat perempuan sejajar dengan pria. Khususnya PDI-P telah mencalonkan Ketua Umum nya seorang perempuan menjadi calon Presiden RI 2009. Untuk perempuan PDI-P saja telah dicalonkan Presiden mana tidak mungkin PDI-P tidak mencalonkan Gubernur perempuan di Propinsi Jateng?.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah siapa beliau yang perempuan yang patas dicalonkan menjadi Gubernur Jawa Tengah ?.Apakah PDI-P melirik dari kader bangsa perempuan di luar PDI-P atau dari dalam PDI-P ?. Kalau dari luar PDI-P sampai sekarang ini yang mendaftarkan ke PDI-P semua laki-laki baik dari mantan pejabat, mantan birokrat, politikus dan lain-lain, sedangkan dari kaum perempuan belum ada atau tidak ada. Peluang perempuan menjadi cagub propinsi Jateng tinggal dari dalam kader PDI-P sendiri yaitu Bupat Kebumen Rustriningsih. Walaupun kontelasi yang berkembang sekarang ini memposisikan Rustriningsih sebagai cawagub atau H2 dengan tugas sebagai pendulang suara untuk Jawa Tengah bagian selatan. Rustriningsih mengaku telah dilamar sekitar lima orang calon H1, namun demikian harapan untuk menjadi H1 masih mungkin karena beliau belum menerima atau menolak lamaran tersebut dan sebagai kader partai taat tetap menunggu penugasan partai (Tempo,8-9-2007) Bagaimana kalau partai justru menugaskan Rustriningsih sebagai calon gubernur untuk kelak menjadi H1?. Hal ini bukan mengada-ada karena Ketua DPP PDIP Cahyo Kumolo di Kebumen mengatakan bahwa PDIP sudah memiliki 12 nama yang dinominasikan untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2008 mendatang. Satu di antaranya Bupati Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi. (Tempo, 3 September 2007)

Kalau ditinjau dari komptensi dalam adiminstrasi pemerintahan sudah tidak diragukan lagi walaupun skopnya tidak seluas propinsi tetapi pengalaman untuk hal itu sudah ada. Oleh karena jabatan Gubernur pada Era Reformasi sekarang init adalah cenderung sebagai jabatan publik bukan lagi jabatan pollitik maka kemampuan untuk memberikan pelayanan kepada public juga menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan sebagai gubernur.

Penguasaan para cagub berkaitan dengan isi dan implementasinya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah juga sangat diperlukan yang ujung-ujungnya adalah pemberian kewenangan yang lebih luas kepada Daerah untuk mengatur Daerah sendiri (Kabupaten/Kota).

Rustriningsih sebagai Bupati Kebumen telah mengejawatahkan sebagai pejabat public yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 53 Tahun 2004 tentang Partisipasi Publik Dalam Proses Kebijakan Publik. Perda tersebut menundudukan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap proses kebijakan public.Pemikiran ini disampaikan dalam Seminar Hukum Nasional 2006 dengan judul “MEMBANGUN AKSES TERHADAP KEADILAN, PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH”. Pemerintah Kabupaten Kebumen. Dalam implementasinya Perda tersebut mendapat penialain positip dari Alinasi Jurnalis Independen (AJI).. Dengan adanya Perda tersebut pula Bupati Kebumen Rustriningsih telah membantu dunia pers demi terpenuhi hak public atas informasi dan kebebasan berekspresi. Setelah melalui seleksi yang ketat maka Rustrningsih dinyatakan sebagai orang yang paling tepat untuk menerima Tasrif Award karena dia adalah oarng yang memberikan inspirasi bagi semua pejabat pemerintahan yang ada di Indonesia mengenai cara memerintah dan keterbukaan terhadap masyarakat.

Dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, dari awal memerintah di Kabupaten Kebumen, Rustriningsih telah mencanangkan program transparansi dan clean-governance di daerahnya. Kedua kebijakannya itu salah satunya berupa pemilihan PNS (Civil Servant) berdarkan asas meritokrasi (mutu) tidak berdasarkan KKN dan dilakukan secara terbuka (Pidato Bu Mega di PBB & Pejabat RI di CNN/BBC, 12-10 2005), dan sampai sekarang Rustri tetap konsisten dengan tekadnya membrantas korupsi, kolusi dan nepotisme (GATRA, Edisi 47, Jumat 3 Oktober 2003)

Dari beberapa pengalaman yang dimiliki serta dalam rangka persamaan gender tidak diragukan lagi apabila Bupati Kebumen tersebut menjadi cagub Jawa Tengah dalam Pilgub 2008 nanti. Namun demikian kalau jalan hidup harus menjadi H2 maka dapat belajar dari perjalanan karier Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Wanita yang pernah mendapat pengahrgaan Anugerah Citra Kartini2003 itu mengawali jenjang politik ketika menjadi cawagub, mendampingi H Djoko Munandar maju dalam Pilgub Banten 2001. Kala itu “Blac campaign” menimpanya antara lain ada sekelompok masyarakat yang mempersoalkan naiknya perempuan menjadi pemimpin di daerah kemudian diisukan bahwa dirinya telah mendirikan gereja di setiap kecamatan di Provinsi Banten.Namun demikian Ratu Atut Chosiyah mampu melampaui semuanya itu. Memang tidak mudah untuk menjadi H1 Perempuan disamping pola pikir masyarakata Jawa Tengah juga masih ada yang tidak rela dipimpin perempuan dan sebagai Bupati Kebumen penguasaan suara mengumpul di bagian selatan sedang secara geografis masih ada Jawa Tengah bagian utara, barat dan timur. Semoga ini menjadi tantangan bukan halangan.

 

Daftar rujukan :

1. GATRA, Edisi 47 Beredar Jumat 3 Oktober 2003

2. Pidato Presiden Megawati Sukarno Putri di PBB, 12 Oktober 2005

3. Rustriningsih,”Membangun Akses Terhadap Keadilan, Perpestik Otonomi Daerah”, Seminar Pengkajian Hukum Nasional 2006, Jakarta 22-23 Nopember 2006

3. Tempo, 3 September 2007

4. Tempo, 8 September 2007

 


 

 

Pahlawan Nasional Ignatius Slamet Riyadi (Totalitas Pada Karier Militer)


 

Bulan Nopember sangat sayang bila dilewatkan begitu saja.Bagi umat Katolik di Indonesia bulan Nopember mempunyai arti sangat penting karena Gereja dan Pemerintah Indonesia sama-sama mengenang arwah para pendahulu kita. Kala Gereja mengenang arwah bagi umat siapa jasa atau dikenal dengan Bulan Arwah namun Negara menghormati arwah khusus para pahlawan bangsa atau dikenal dengan Hari Pahlawan.

Hari pahlawan 2007 diawali dengan penganugrahan lima pahlawan nasional dan salah satunya Letkol Ignatius Slamet Riyadi sebagai Pejuang 45 dari Jawa Tengah. Dengan demikian Pemerintah memberikankan penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada salah satu warga bangsa. Oleh karena Letkol Ignatius Slamet Riyadi yang akrab dipanggil Pak Met itu adalah umat Katolik maka bertambah satu lagi tokoh Katolik yang dianugerahi Pahlawan Nasional. Yang menjadi pertanyaan apa dasar Pak Met memperoleh gelar pahlawan? Apakah karena beliau seorang Katolik atau karena dedikasi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ? dan hikmah apa yang dapat kita petik dari kehidupan Pak Met ini ?

Totalitas Karier di bidang Militer

Slamet Riyadi yang dulu namanya Sukamto lahir di Donokusuman Solo, 28 Mei 1926 putra dari Idris Prawiropralebdo, seorang perwira anggota legium Kasunanan Surakarta. Mengenyam pendidikan di HIS kemudian MULO Afd B dan pada akhirnya ke Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT). Sebagai lulusan terbaik dan berhak menyandang ijasah navigasi kemudian ditambah beberapa kursus navigator maka beliau menjadi navigator dari kapal kayu yang berlayar antar pulau Nusantara

Dengan kemampuannya sebagai navigator ditambah dengan masuknya penjajah Jepang ke Indonesia khususnya di Solo dan Yogyakarta (Maret 1942) maka jiwa patriot membela ibu pertiwi berkobar. Dengan keberanian sebagai pemuda yang ketika itu usianya belum genap 20 tahun mengobarkan pemberontakan dan melarikan sebuah kapal kayu milik Jepang. Usaha Ken Pei Tai (Polisi Militer Jepang) untuk menangkapnya tidak pernah berhasil , bahkan setelah Jepang bertekuk lutut. Slamet Rijadi berhasil menggalang para pemuda, menghimpun kekuatan pejuang dari pemuda-pemuda terlatih eks Peta/Heiho/Kaigun dan merekrutnya dalam kekuatan setingkat Batalyon , yang dipersiapkan untuk mempelopori perebutan kekuasaan politik dan militer di kota Solo dari tangan Jepang (Slamet Rijadi diangkat sebagai Komandan Batalyon Resimen I Divisi X ).Dari sini kehidupan sebagai militer terus berlanjut. Pendidikan militer ia dapatkan dari kehidupan riel di tengah kancah merebut kemerdekaan bukan melalui teori-teori militer di bangku pendidikan ketentaraan.

Kejadian heroik kembali ditunjukan Slamet Riyadi yaitu pada peristiwa saat akan diadakannya peralihan kekuasaan di Solo oleh Jepang yang dipimpin oleh Tyokan Watanabe yang merencanakan untuk mengembalikan kekuasaan sipil kepada kedua kerajaan yang berkedudukan di Surakarta , yaitu Kasunanan dan Praja Mangkunagaran, akan tetapi rakyat tidak puas. Para pemuda telah bertekad untuk mengadakan perebutan senjata dari tangan Jepang, maka rakyat mengutus Muljadi Djojomartono dan dikawal oleh pemuda Suadi untuk melakukan perundingan di markas Ken Pei Tai (polisi militer Jepang) yang dijaga ketat. Tetapi sebelum utusan tersebut tiba di markas, seorang pemuda sudah berhasil menerobos kedalam markas dengan meloncati tembok dan membongkar atap markas Ken Pei Tai, tercenganglah pihak Jepang, pemuda itu bernama Slamet Rijadi.

Setelah Jepang terusir dari Indonesia ternyata bukan berarti merdeka seratus prosen tetapi Belanda tetap ingin menjajah Indonesia dan hal ini dikenal dengan Clash II. Di tengah-tengah melawan Belanda di tahun 1948 pecah pemberontakan PKI-Madiun dan saat itu ketaatan Slamet Riyadi kepada atasannya yaitu Gubernur Militer II Kolonel Gatot Subroto untuk melakukan penumpasan ke arah Utara, berdampingan dengan pasukan lainnya, operasi ini berjalan dengan gemilang.

Dalam palagan perang kemerdekaan II, Slamet Rijadi dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Kolonel, dengan jabatan baru Komandan “Wehrkreise I” ( Penembahan Senopati )yang meliputi daerah gerilya Karesidenan Surakarta, dan dibawah komando Gubernur Militer II pada Divisi II , Kolonel Gatot Subroto. Dalam perang kemerdekaan II inilah Let.Kol. Slamet Rijadi, membuktikan kecakapannya sebagai prajurit yang tangguh dan sanggup mengimbangi kepiawaian komandan Belanda lulusan Sekolah Tinggi Militer di Breda Nederland. Siang dan malam anak buah Overste (setingkat Letnan Kolonel ). Van Ohl digempur habis-habisan, dengan penghadangan, penyergapan malam, sabotase . Puncaknya ketika Let.Kol Slamet Rijadi mengambil prakarsa mengadakan “serangan umum kota Solo” yang dimulai tanggal 7 Agustus 1949, selama empat hari empat malam. Serangan itu membuktikan kepada Belanda, bahwa gerilya bukan saja mampu melakukan penyergapan atau sabotase, tetapi juga mampu melakukan serangan secara frontal ketengah kota Solo yang dipertahankan dengan pasukan kavelerie persenjataan berat, artileri pasukan infantri dan komando yang tangguh. Dalam pertempuran selama empat hari tersebut, 109 rumah penduduk porak poranda, 205 penduduk meninggal karena aksi teror Belanda , 7 serdadu Belanda tertembak dan 3 orang tertawan sedangkan dipihak TNI 6 orang gugur

Kejadian lain yang lebih menggugah rasa percaya diri bangsa ditunjukan kembali oleh Letkol Slamet Riyadi yaitu setelah terjadi gencatan senjata, dan pada waktu penyerahan kota Solo kepangkuan Republik Indonesia dari pihak Belanda (29-12-1949). Dari pihak Belanda diwakili oleh “Overste Van Ohl” sedangkan dari pihak R.I oleh Let.Kol. Slamet Rijadi. Ov.Van Ohl demikian terharu, bahwa Let.Kol. Slamet Rijadi yang selama ini dicari-carinya ternyata masih sangat muda . ” Oooh …Overste tidak patut menjadi musuh-ku…..” ,Overste pantas menjadi anakku, tetapi kepandaiannya seperti ayahku.

Kesuksesan Slamet Riyadi dalam bidang militer tidak membuat beliau sombong namun demikian dia pasrahkan segalanya kepada Allah Bapa dan itu ditunjukkan dengan kesadaran diri untuk di baptis dengan mengambil nama baptis Ignatius. Kehidupan Santo Ignatius sangat mirip dengan kehidup Letkol Salamet Riyadi. Santo Ignatius adalah salah seorang tentara yang membela kubu-kubu kota Pamplona terhadap serangan Perancis, yang menyatakan wilayah tersebut sebagai wilayah mereka dan berperang dengan Spanyol. Orang-orang Spanyol kalah jauh dari segi jumlah dan komandan pasukan Spanyol ingin menyerahkan diri, tetapi Ignatius meyakinkannya untuk bertempur demi kehormatan Spanyol kalau bukan demi kemenangan. Pada waktu pertempuran sebuah bom kanon mengenai Ignatius, melukai salah satu kakinya dan mematahkan kaki yang satu lagi. Karena mereka mengagumi keberaniannya, tentara-tentara Perancis tidak menjebloskannya ke penjara, melainkan mengusungnya kembali ke rumahnya untuk berobat, di puri Loyola.

Setelah di baptis kembali tugas sebagai militer sudah menunggu karena terjadi pemberontakan Kapten Abdul Aziz di Maksar dan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) yang dipelopori oleh Dr.Soumokil dan kawan-kawan (10 Juli 1950).

Pada saat menumpas pemberontak RMS di gerbang benteng Victoria, Ambon (4-11-1950) pasukan Pak Met berjumpa dengan segerombolan pasukan yang bersembunyi di benteng tersebut dengan mengibarkan bendera merah putih.Melihat bendera merah putih Letkol Iganatius Slamet Riyadi memerintahkan pasukannya untuk menghentikan penyerangan karena beliau yakin bahwa mereka adalah tentara Siliwangi. Untuk itu ia membuktikan sendiri dengan keluar dari panser, namun apa yang terjadi gerombolan tersebut bukan tentara Siliwangi tetapi para pemberontak RMS menghujani tembakan kearah Pak Met. Hari Sabtu 4 Nopember 1950 pukul 11.30 menghembus nafas terakhir dengan usia sangat muda belum genap 24 tahun.

Melihat perjalanan anak muda Ignatius Slamet Riyadi sangat beralasan kalau pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional karena sepanjang hidupnya hanya untuk negara tidak pernah memikirkan kepentingan pribadinya. Beliau sekali mementingkan pribadinya untuk menjadi murid Kristus dengan di baptis. Dengan demikian hidupnya diabdikan sepenuhnya untuk gereja dan negara Republik Indonesia. Bagi kaum muda saat yang tepat untuk mengenang kembali jasa para pahalawan bangsa. Sebab mengenang bertujuan menemukan motivasi, memiliki makna yang paling agung, (E. Martosujito PR, HIDUP 25 Nopember 2007)dan martabat yang paling tinggi Semoga menjadi teladan para pemuda.

 

 

 

 

 

 

OPTION FOR THE POOR VERSI MUHAMMAD YUNUS


 

Kunjungan Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian 2006, asal Banglades ke Indonesia pada tanggl 8 Agustus 2007 yang lalu mendapat sambutan yang luar biasa. Selain memberikan kuliah umum dihadapan Presiden SBY dan seluruh Kabinet Indonesia Bersatu juga berkunjung ke Universitas Pajajaran (UNPAD) Bandung yang merayakan 50 tahun universitas tersebut.Walaupun kunjungannya boleh dikatakan singkat tetapi telah membuka mata seluruh pejabat dan intelektual Indonesia bahwa masalah kemiskinan bukan masalah yang ringan yang hanya difokuskan pada data-data, tetapi masalah riil yang harus segera ditindak lanjuti.Pemecahan masalah kemiskinan membutuhkan waktu lama dan Muhammad Yunus memprediksi Indonesia membutuhkan waktu sampai 2030 dalam mengetaskan kemiskinan.

Pola pengetasan kemiskinan dapat dilakukan dengan berbagai versi. Belajar dari pengetasan kemiskinan di Kalkuta India dan di Bangladesh sangat cocok dengan kondisi kemiskinan di Indonesia. Yang satu dengan pendekatan sosial dan yang satu lagi dengan pendekatan ekonomi.

Andaikata Mother Teresa dari Kalukuta masih hidup beliau orang paling berbahagia mendengar Muhammad Yunus (66) dari Bangladesh menerima hadiah Nobel Perdamaian, karena dengan demikian dia ada teman yang sama-sama berjuang untuk kaum miskin. Kedua beliau sangat tepat untuk disejajarkan karena di samping sama-sama memperoleh Nobel perdamaian juga totalitas pengabdian kepada orang miskin tidak diragukan lagi.

Muhammad Yunus, pria kelahiran Chiitagong, Bangladesh, 28 Juni 1940 setelah mengetahui namanya diumumkan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2006 di Dhaka, Bangladesh, beliau mengatakan “Ini penghargaan bagi kaum miskin”.Hal ini persis sama yang diucapkan Bunda Teresa saat menerima Hadiah Nobel Perdamaian 1979 bahwa hadiah nobel perdamaian ini dipersembahkan untuk masyarakat miskin di Kalkuta. Kesamaan lain bagi kedua penerima nobel perdamaian adalah dalam mengawali program pengentasan kemiskinan.

Bunda Teresa pada awalnya mengalami penolakan dari masyarakat setempat, karena diragukan ketulusannya dalam membantu masyarakat Kalukuta untuk keluar dari persoalan kemiskinan. Namun dengan ketulusan, keikhlasan dan ketekunan akhirnya pelan-pelan masyarakat Kalkuta semakin percaya diri bahwa mereka dapat mandiri dan bukan masyarakat nomor dua atau masyarakat yang termajinalkan.

Muhammad Yunus sampai berhari-hari menunggu di bawah pohon membujuk para wanita Bangladesh untuk bersedia menerima pinjaman uang dari beliau yaitu Bank Grameen dari pada para suaminya menerima pinjaman dari para lintah darat. Beliau baru berhasil setelah mengajak rekan wanita dari komunitas masyarakat Bangladesh untuk terlibat dalam program Grameen ini.

Ada banyak hal yang melatar belakangi mengapa para wanita Bangladesh tidak mau menerima pinjaman dari Bank Grameen. Salah satu adalah adanya budaya lokal yang memisahkan perempuan dari kegiatan di ruang publik termasuk wanita tidak boleh memegang uang, tetapi M.Yunus yakin melalui tangan para ibu/wanita Bangladesh, kemiskinan di Bangladesh pelan-pelan akan berkurang.Banyak hasil kajian memperlihatkan setelah perempuan terpapar akses ekonomi, memiliki rekening bank, punya penghasilan, dan menjadi lebih independen maka hubungan suami-istri berubah total. Akibat positip yang lain kekerasan dalam rumah tangga jauh berkurang. Banyak perempuan menjadi penghasil utama dalam keluarga. Para suami menaruh respek pada mereka. Anak-anak sekarang bersekolah. Dulu tidak tahu gunanya.Dan kondisi semacam itu betul-betul terasa dalam kehidupan wanita Bangladesh, lebih-lebih didalam mengerakan perekonomian para wanita Bangladsh telah mempergunakan alat telekomunikasi canggih seperti HP dsb. Usaha yang gigih dari seorang bankir orang miskin itu sekarang telah membuahkan perekonomian Bangladesh semakin maju.

Bank Grameen yang telah beroperasi 32 tahun, sekarang memiliki 2,226 cabang di 78.658 desa dengan 7,21 juta nasabah, 97 prosennya perempuan. Stafnya berkembang dari 3 orang menjadi 23.345. Uang yang berputar secara kumulatif berjumlah sekitar enam miliar dollar AS yang disalurkan kepada keluarga miskin per bulan 6,6 juta warga miskin dan mayoritas wanita.

Kredit Mikro

Kunci keberhasilan Muhammad Yunus dalam mengatasi kemiskinan di Bangladesh adalah dengan mengembangkan Kredit Mikro bagi masyarakat miskin Bangladesh dan menciptakan kerangka kerja yang secara hukum membawa pelayanan keuangan pada orang miskin. Sistem ini harus merupakan sistem keuangan inklusif dimana tidak ada orang yang ditolak mendapatkan pelayanan kredit . Bagaimana dengan di Indonesia ? mungkin atau tidak ?. Dimana orang untuk mendapatkan kredit harus dengan anggunan sedangkan untuk orang miskin anggunan apa yang dia miliki ? Mungkinkah mereka mendapat kredit dari bank?

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa sistem itu juga akan memberi kepemilikan kepada orang miskin sehingga mereka bisa mengontrol nasib mereka sendiri, selain itu juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka.Hal ini terkandung maksud untuk mengembangkan kreativitas manusia, tentunya memerlukan inisiatif untuk mengeluarkan kreativitas itu dan mempersiapkan generasi berikutnya sehingga kita tidak mengulangi hal yang sama yang kita lakukan pada generasi sebelumnya. Saat ini putra-putri masyarakat miskin Bangladesh sudah tidak sepeti orangtuanya dulu. Sekarang mereka sangat mungkin untuk menjadi Dokter, Insinyur, Guru dan sebagainya, karena mereka melewati pendidikan dengan tenang karena hasil perekonomian Bangladesh telah mampu memberikan beasiswa kepada mereka. Tentunya mereka tidak akan miskin seperti orangtuanya.

Hal lain yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan sistem tersebut adalah masalah hukum.Hendaknya dibuat aturan perbankan yang tidak menciptakan perbedaan bagi pelayanan perbankan untuk kredit mikro dan ditambah pula aturan yang memungkinkan banyak bank menyalurkan kredit bagi masyarakat miskin. Konkritisasi kredit mikro yang dikembangan Bangladesh adalah adanya dana bergulir untuk meminjamkan uang kepada rakyat miskin. Dana tersebut bisa dipinjamkan lagi kepada rakyat miskin lainnya dan itu berjalan dengan sukses sehingga kredit mikro berkembang sangat pesat. Satu lagi yang dipesankan Yunus adalah perlu adanya badan pengawas yang independent. Badan tersebut sebaiknya berasal dari pemerintah akan tetapi bersikap independent, mengingat badan pengawas tersebut harus bebas dari kekuasaan. Fungsi badan tersebut memonitor perkembangan penyaluran dan menindaklanjuti penyimpangan dari aturan kredit mikro.

Pandangan M.Yunus tentang orang miskin

Pandangan M.Yunus tentang orang miskin sangat perbeda dengan pandangan orang pada umumnya. Ada pendapat dikalangan teknik, intelektual dan politik, bahwa kaum miskin di dunia harus menunggu dengan sabar sampai kemajuan teknik, ekonomi, ilmu pengetahuan, perdagangan bebas secara global tercapai. Pandangan ini memperlihatkan bahwa kaum miskin itu sebagai objek bukan subjek dan terus menerus menjadi beban bagi negara-negara kaya.Untuk itu M.Yunus berjuang untuk membuktikan bahwa pandangan tersebut tidak benar.

Perjuangan untuk membuktikan bahwa orang miskin bukan beban adalah perjuangan yang heroik. Ia membongkar seluruh arogansi yang menempelkan stigma, mendiskriminasi, dan mengintimidasi orang miskin. Beliau yakin orang-orang miskin itu orang cerdas , yang dibutuhkan mereka hanya akses saja bukan sedekah yang membuat mereka kurang kreatif. Setelah mereka diberi akses maka sekarang ini terdapat 100.000 pengemis yang bergabung dengan program bebas bunga, bebas membayar kapan saja dan berapa saja. Hasilnya hampir 5000 lebih pengemis sudah tidak mengemis lagi.

Dari uraian diatas terlihat dengan jelas bahwa M.Yunus mempunyai Option for The Poor yang luar biasa dengan versi yang berbeda dengan versi Bunda Teresa.

Pembelajaran dari Bangladesh

Belajar dari pengalaman Bangladesh mengatasi kemiskinan dengan kredit mikro, sebetulnya Indonesia melalui BRI juga memberikan kredit sektor mikro. Secara data program BRI cukup sukses tetapi secara realitas masih banyak UKM yang belum menikmati pinjaman tersebut. Kalau toh dapat harus ada jaminan yang secara hukum dapat dipertanggungjawabkan Untuk itu Presiden SBY mendukung gagasan M.Yunus bahwa akses keuangan adalah kunci kemakmuran. Artinya jika kita kaya maka akan dapat akses yang lebih mudah pada pendanaan, dan itu bisa digunakan untuk menjadi lebih kaya lagi. Namun demikian demikian bagaimana dengan si miskin atau pedagang sektor informal dengan modal kecil. Akses pendanaan apa yang akan mereka peroleh?

Menurut M.Yunus ketika berkunjung ke Indonesia di tahun 1990 dan tahun 1991 sudah diperkenalkan oleh Bank Indonesia adanya program kredit mikro yang sudah berjalan dan dikenal dengan Karya Usaha Mandiri. Tetapi dia tidak mengetahui apakah sekarang program itu sekarang ini masih berjalan?. Sedangkan waktu mengadakan kunjungan ke Bogor beberapa program serupa juga berjalan namun tidak sesukses di Bangladesh. Alasan yang mendasar adalah tidak ada sumber dana meskipun mereka punya kemampuan dan tahu bagaimana melakukannya. Kendala yang seperti itu juga pernah terjadi di Bangladesh tetapi dapat teratasi dengan menciptakan wholesale fund yang bisa dipinjam LSM.Di Indonesia M.Yunus berharap peran serta pengusaha yang tergabung dalam kamar dagang untuk menciptakan dana seperti itu dan tidak usah menunggu pemerintah.

Dengan indikator-indikator yang telah disampaikan M.Yunus tentang Indonesia sebetulnya kondisi Bangladesh tidak jauh berbeda dengan Indonesia, kalau Bangladesh bisa mengapa Indonesia tidak ? Vietnam yang mempunyai program yang sama dengan Bangladesh dan kebetulan M.Yunus ditunjuk menjadi penasehat gubernur di Provinsi Hainan telah menunjukan keberhasilannya. Hal itu telah diakui secara terbuka oleh Bank Dunia dan tidak lama lagi menyusul Mongolia. Betulkah Indonesia harus menunggu tahun 2030 untuk bebas dari kemiskinan, seperti yang diprediksi M.Yunus.Kalau demikian kita butuh empat atau lima kepemimpinan nasional untuk sampai pada angka kemiskinan nol. Begitu lamakah, apakah tidak dapat dipercepat. Apabila para pejabat, ekonom dan cerdik pandai Indonesia tidak mampu, mengapa tidak minta bantuan Bapak M.Yunus.Tidak perlu kita malu sama Bangladesh.

Semoga ulang tahun kemerdekaan RI ke-62 ini dapat menjadi semangat bangsa ini untuk dapat segera keluar dari permasalahan kemiskinan. Sebab ternyata masalah yang muncul akibat dari bom nuklir masih lebih ringan dibandingkan dengan akibat yang di timbulkan oleh kemiskinan. *****


Referensi :

  1. Kompas, Rabu 8 Agustus 2007

  2. Kompas, Minggu 12 Agustus 2007

  3. L.Sugiri SJ. Sahabat & Adil

  4. Seabad Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian,PT Dinastindo,2002

PERUBAHAN IKLIM SALAH SIAPA ?

budi-waluyo.jpg

 

Secara teologi Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk menguasai bumi seisinya ditambah dengan burung-burung di udara dan semua binatang melata. Konsep teologis semacam ini membuat manusia menjadi Raja dari semua mahluk yang lain. Setelah manusia berkembang dengan masuknya kepentingan lain yaitu ekonomi maka keserahkan itu semakin menjadi-jadi. Alam baik darat, laut dan udara dieksploitir sebanyak-banyak dengan biaya yang sedikit memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memasukan atau melupakan pola pikir ekologi. Akibatnya alam mengalami krisis. Apa yang dapat dilakukan kalau sudah demikian parah rusaknya alam ini? Apakah masih dapat untuk tempat kehidupan mahluk ciptaan Tuhan termasuk manusia ini ? Salah siapa ini ?

Dari prolog di atas penulis ingin menyampaikan pesan bahwa hidup manusia dimulai dari berteologi kemudian berekonomi dan mengorbankan ekologi. Maka setelah alam ini mengalami penurunan manfaat untuk kehidupan manusia dan bila manusia masih ingin tetap bertahan hidup maka polanya harus diubah. Berteologi yang memperkuat ekologi dan mengabaikan prinsip-prinsip ekonomi.Itulah satu-satunya jalan. Maka dari itu negara maju dan negara berkembang bersama-sama mengeluarkan anggaran belanja yang jumlahnya tidak kecil untuk memperbaiki alam.Salah satu cara mempertemukan negara maju dan negara berkembang adalah adanya pertemuan dalam Konferen Tingkat Tinggi tentang Perubahan Iklim.

Tahun 2007 ini akan diakhiri dengan adanya pertemuan akbar Konferensi Internasional mengenai Perubahan Iklim yaitu pertemuan tingkat tinggi atau konferensi antar pihak (Thirteenth Session of the Conference of the Parties atau COP 13) dari United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dan Konferensi dari Pertemuan antar pihak Protokol Kyoto (Third Session of the Conference of the Parties serving as the meeting of the Parties to the Kyoto Protocol atau CMP 3) yang akan dilakukan di Bali pada tanggal 3 – 14 Desember 2007. Rencana pertemuan internasional tersebut akan dihadiri sekitar 10.000 peserta dari 189 negara, ditambah wartawan sekitar 2.000 orang dari berbagai negara di dunia.

PBB dengan UNFCCC merasa sekarang saat yang tepat untuk mengadakan konferensi tersebut karena sampai sekarang pengaruh dari Protokol Monteral (1985) belum banyak dirasakan pada hal isi dari protokol tersebut sangat mengikat banyak negara terutama negara-nagara maju. Pada Protokol Monteral sebagai dasar KTT Bumi di Rio Jeniaros (1992) menegaskan bahwa penetapan batas dasar bagi negara-negara industri untuk mengurangi pemakaian enersi zat fosil yang bakal meningkatkan emisi CO2 Gas Rumah Kaca (GRK) ke angkasa. Akan tetapi tetap saja negara-negara industri tidak bersedia menerapkan persetujuan yang dianggap mampu merusak industri dan perekonomia negaranya.

Protokol Monteral semakin terlihat tidak berfungsi dengan adanya ketegasan Amerika Serikat untuk tidak menyetujui Deklarasi Bumi dari KTT Bumi 1992 khususnya pada pasal yang menetapkan bahwa negara-negara industri kaya harus mengurangi emisi Gas Rumah Kaca-GRK (gas yang berasal dari enersi fosilnya). Selain itu mereka harus pula membantu negara-negara berkembang untuk melaksanakan pembangunan yang ramah lingkungan baik berupa dana bantuan maupun alih teknologi.

Setelah KTT Bumi 1992, kemudian UNEP (United Nations Environmental Program) mengadakan lagi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 1997 dengan tuan rumah Jepang di Kyoto. Hasil yang didapat adalah berupa Protokol Kyoto. Protokol Kyoto yang dilahirkan setelah melalui perdebatan sengit ini bertujuan menurunkan suhu panas bumi dengan mengurangi atau menghilangkan produksi GRK. Tiap negara (industri kaya) diwajibkan untuk menurunkan prosentase emisi GRK-nya ke ruang udara/angkasa.Yang melegakan adalah pada akhirnya Protokol Kyoto mendapat kesepakatan internasional dengan sasaran pokok mengekang buangan GRK dan mulai diberlakukan 15 Februari 2005. Hal itu membutuhkan tujuh tahun setelah pengesahannya pada konferensi PBB (UN Environmental Program) di Kyoto 1997. Berdasarkan Protokol Kyoto, negara industri diharuskan mengurangi buangan GRK dan karbon dioksida mereka dari tahun 1990 dengan tingkat rata-rata sebesar 5,2 persen antara 2008 dan 2012. Mengingat dampak terbatas kesepakatan tersebut, para pendukungnya sudah melangkahinya dan telah membahas kebijakan pasca Protokol Kyoto untuk tahun 2013 dan seterusnya.Yang menjadi keprihatinan berkaitan dengan Protokol Kyoto adalah sikap negara-negara maju. Negara maju tidak memenuhi target Protokol Kyoto, antara tahun 1994 dan 2004 jumlah emisi karbon dioksida di negara maju, kecuali Jerman, Polandia, Rusia, naik 88 persen. Lebih jauh negara maju meminta negara berkembang juga mengurangi emisinya tanpa alih teknologi dan pendanaan. (Emil Salim,Kompas,27/11/07). Perlu diketahui bahwa masa berlakunya Protokol Kyoto akan berakhir pada tahun 2012.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya laporan dari The Physical Science Basis bahwa semakin meningkatnya aktivitas manusia maka berdampak pada peningkatan konsentrasi gas CO2 (karbondioksida) hingga mencapai 379 parts per miliion (ppm) sedangkan kondisi stabil antara 180 ppm sampai 300 ppm. Untuk gas CH4 (metana) kini konsentrasinya lebih besar dari 1.774 parts per billion (ppb) pada kondisi stabil antara 320 ppb sampai 790 ppb. Selain dua gas tersebut yang cenderung dan signifikan memperngaruhi efek rumah kaca menurut UNFCCC ada enam gas termasuk CO2 dan CH4 yaitu nitro-oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HF-Cs), perfluorokarbon (PFCs), dan sulfurheksafluorida (SF6). Keenam gas tersebut dikenal dengan Gas Rumah Kaca (GRK). Akibat adanya GRK yang tidak terkendali adalah adanya pemanasan global dan tentunya saja semuanya itu mengancam kehidupan.

Terkait dengan upaya penekanan pemanasan global , memasuki tahun ke-13 konferensi perubahan iklim , Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan pertemuan internasional. Untuk mempersiapkan pertemuan perubahan iklim di Bali, terlebih dahulu diadakan Pertemuan Informal Tingkat Menteri untuk Perubahan Iklim Informal (Ministerial Meeting on Climate Change) di Istana Bogor pada tanggal 24-25 Oktober Pertemuan ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhono dan dihadiri oleh delegasi dari 35 Negara dan UNFCCC. Dalam pertemuan tersebut Presiden Yudhoyono mengajak seluruh delegasi untuk bersama-sama mengatasi perubahan iklim dengan menjadikan pertemuan ini sebagai dasar bagi pengambilan keputusan dimulainya suatu proses di COP 13 yang dikenal sebagai Bali Road Map. Lebih jauh Presiden menegaskan bahwa penyebab utama perubahan iklim adalah manusia dan tidak perlu diperdebatkan lagi seiring dengan keluarnya laporan dari Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) keempat.Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menangani permasalahan ini dengan tegas, baik di tingkat lokal, regional maupun internasional.

Sebagai Menteri Lingkungan Hidup RI sekaligus sebagai tuan rumah Rachmat Witoelar akan menjadi Presiden Konferensi Antar Pihak (COP) 13 pada UNFCCC di Bali nanti. Pertemuan ini membahas tiga hal penting yaitu Building Blocks for a Future Framework (Membangun suatu Kerangka Masa Depan), Delivering of the Building Block (Melahirkan Blok Bangunan), dan the Bali Road Map (Bali Peta Jalan).

Kesepakatam umum dalam building blocks adalah memperluas kerangka pasca 2012 dan memberikan proporsi yang adil bagi adaptasi dan mitigasi serta isu khusus seperti deforestasi dan degradasi hutan.

Penanganan perubahan iklim tetap mengacu pada kerangka yang sudah ada, yaitu UNFCCC dan Protokol Kyoto; negara-negara Annex 1 tetap mengambil peran utama; dan tercapainya kesepakatan bahwa kerangka multilateral pasca 2012 harus selesai pada 2009 serta menjamin keberlanjutan clean development mechanism/ CDM. Dalam konteks ini dibutuhkan konsensus yang lebih luas mengenai pentingnya Bali Road Map dalam rangka menuju kerangka pasca 2012 tersebut

. Indonesia, selaku tuan rumah Konferensi ke-13 UNFCC, akan membawa tujuh agenda dalam pertemuan tersebut, yaitu adaptasi, migitasi, mekanisme pembangunan yang bersih (clean development mechanism/CDM), mekanisme finansial, pengembangan teknologi dan kapasitas, pengurangan deforestasi (perusakan hutan), serta pasca-2012 atau pasca-Protokol Kyoto.

Satu dari tujuh agenda yang diajukan Indonesia adalah mekanisme finasial. Maka dari itu dalam Pertemuan UNFCCC di Bali tersebut terdapat TOR (Terms of Reference) dialog antar Menteri Keuangan atas inisiatip Pemerintah Indonesia yang mengagendakan tiga pokok bahasan antara lain pertama Beban Ekonomi yang diakibatkan adanya perubahan iklim ( Economic Magnitude and Consequences of Climate Change ), kedua tentang Instrumen Kebijakan untuk daerah yang mengalami perubahan iklim ( Policy Instruments for Addressing Climate Change ) dan yang ketiga Sasaran hasil Umum dari pada isu-isu yang berhubungan dengan perubahan iklim ( Common Objectives on Climate Change Finance Issues ). Dalam konteks ini kelihatan bahwa perubahan iklim tidak diatasi dari teknologi semata tetapi juga harus dialkukan dengan pendekatan ekonomi, karena korban dari perubahan iklim banyak menimpa pada negara-negara berkembang seperti naiknya permukaan laut akibat pemanansan global akan menenggelamkan Negara kepulaun (Maladewa) sedangkan Belanda yang negaranya di bawah permukaan laut tidak akan tenggelam karena memiliki teknologi. . Lebih-lebih sistem pasar gagal mengakomodasi maslah lingkungan sehingga proses ekonomi meninggalakan persolan serius, seperti penipisan lapisan ozon, kehancuran keragaman hayati dan perubahan iklim, serta membuat semakin memburuknya situasi kemiskinan di negara-negara berkembang.

Satu solusi untuk memecahkan permasalahan perubahan iklim tersebut diatas adalah antara negara maju dan negara berkembang duduk bersama untuk dapat mewujudkan suatu zona kesepakatan seperti yang diharapkan Presiden SBY yaitu terciptanya zone of possible agreement (zona kesepakatan) yang sekaligus kerangka dasar kesepakatan baru untuk menggantikan Protokol Kyoto yang mandatnya akan segera berakhir.

Banyak pemimimpin dunia berharap banyak akan keberhasilan Pertemuan Bali seperti Presiden Brasil Luis Inacio Lula da Silva. Beliau menegaskan, apa yang sudah dilakukan masyarakat internasional selama ini belumlah cukup. “Kita perlu menyusun lebih banyak target yang ambisius menghadapi ancaman perubahan iklim global,”, Emir Qatar, Sheik Hamad Khalifa Al-thani. “Kami akan mendukung seluruh upaya untuk mencapai kesinambungan pembangunan di tengah ancaman perubahan iklim global, Presiden Polandia Lech Kaczynski menyatakan keyakinannya bahwa pertemuan UNFCC akan mencapai suatu solidaritas yang lebih tinggi, terkait penanganan isu perubahan iklim. “Bagi Polandia, seruan ini adalah seruan untuk solidaritas. Sedangkan Menteri Lingkungan Kenya, David Mwiraria menegaskan perlunya langkah kolektif dunia untuk menyelamatkan lingkungan dan kehidupan manusia mendatang.

Selain harapan-harapan tersebut diatas Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen mengingatkan bahwa isu perubahan iklim boleh jadi proyek yang ambisius. Namun, tetap suatu hal yang realistis untuk dilakukan oleh seluruh pihak. Apalah artinya KTT perubahan iklim di Bali bila hanya sekedar isu tanpa diikuti program realistis untuk dilakukan seluruh pihak. Selamat berkonferensi.

*******

B Bahan Rujukan :

1. Siaran Pers

Panitia Nasional Konferensi PBB Untuk Perubahan Iklim

Pertemuan Informal Tingkat Menteri untuk Perubahan Iklim

23-25 Oktober 2007

2. RI Dan Kontribusi Pemanasan Global

3. United Nations Climate Change Conference Nusa Dua, Bali, Indonesia

3-14 December 2007

4. Terms of Reference

Ministry of Finance Initiated Dialogue at

United Nations Framework Convention on Climate Change

Conference of Parties 13

Bali, 10-11 December 2007

5. Kompas, 27 Nopember 2007

 

 

 

 

P

 

Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se Yayasan Bunda Hati Kudus Jakarta TAHUN 2008

 

Mengembangkan profesionalitas seorang pimpinan sekolah adalah menjadi tanggung jawab antara Pengurus Yayasan dengan diri pimpinan sekolah yang ada di Yayasan Bunda Hati Kudus.Pengembangan profesionalitas pimpinan ini sebagai wujud dari aktualisasi diri seorang pemimpin agar dapat mengikuti arus perubahan jaman dan merancang pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik untuk menyiapkan generasi yang akan datang.Dengan memperhatikan adanya perubahan struktur oraganisasi Yayasan Bunda Hati Kudus dan perubahan kurikulum, menjadi tantangan bagi Yayasan untuk segera melakukan penempatan bagi pejabat struktural ditingkat Biro, Unit Sekolah maupun di jenjang sekolah. Untuk itu Biro Pendidikan bekerja sama dengan Biro terkait di Yayasan Bunda Hati Kudus melakukan pengembangan kompetensi kepemimpinan melalui pembinaan dan pelatihan para pimpinan sekolah yang dikenal dengan nama Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se-YBHK.

Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se-YBHK ini dilaksanakan selama 6 hari dari hari Senin, 18 Februari 2008 dan berakhir pada hari Sabtu, 23 Februari 2008 dengan mengambil tempat di Aula Kantor Yayasan Bunda Hati Kudus,Jl. Raya Kebun Jeruk No.19 Jakarta Barat. Selama 6 hari terseubt para pimpinan berjumlah 50 orang yang terdiri dari Para Kepala Unit berserta kepala seksinya, Para Kepala Sekolah beserta wakil dan Para Kepala Biro di lingkungan Yayasan Bunda Hati akan mendapat 9 materi pelatihan antara lain Sekolah sebagai sistem, Kepala Sekolah dan visi masa depan, Konsep Dasar Manajemen Kendali Mutu, Pemecahan masalah dan Pengambilan Keputusan, Diagnosa Organisasi Sekolah, Fungsi Manjemen Kepala Sekolah, Budaya Sekolah, Melakukan Evaluasi yang baik dan benar dan diakhir materi Konsep Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Adapun nara sumber yang menyampaikan materi diambil dari kalangan internal yaitu ada Ketua Yayasan, Pengawas, Kepala Biro maupun Kepala Bidang.

Dalam kata sambutan pembukaan pelatihan, Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus, Drs.ArobyJ.Javlean,MM mengutip Kitab Suci Efesus 4 : 15-16 yang bunyinya sebagai berikut : “Kristus adalah kepala dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiaannya, sesuai dengan kadar pekerjaan, dan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih “.Para pimpinan baik itu Kepala Unit, Kepala Seksi, Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah tentu sangat paham makna dari kutipan tersebut.

Lebih jauh Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus menyampaikan bahwa sebagai Pemimpin itu tidak mudah. Dia harus mau belajar dari krisis yang dialami, harus mau berubah, berani mengambil resiko dan tidak takut membuat kesalahan. Sebab dengan adanya krisis wawasan menjadi lebih kuat dan lebih berarti bagi semua orang yang ikut ambil bagian, sedangkan perubahan akan membawa berkat bagi mereka yang siap sedangkan perubahan merupakan suatu kutuk bagi yang lalai. Cara untuk membuat perubahan adalah dengan meninggalkan paradigma “Mencoba dan Benar” yang bernama COP (Control = Mengendalikan ,Order = Mengatur , Predict =Meramalkan) beralih ke model baru yaitu ACE (Achnowledge = Mengakui, Create = Menciptakan, Empower = Memberdayakan).

Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko. Dengan berani mengambil resiko para pimpinan, pertama akan mampu membuat dunia organisasi kita menyesuikan diri dengan perubahan yang diinginkan pemimpin dan kedua berani melepaskan apa yang selama bertahun-tahun dianggap sudah teruji dan benar oleh kebanyakan orang/karyawan.

Pimpinan yang baik tidak takut membuat kesalahan, sebab hanya melalui kesalahan kita sajalah kita bisa menciptakan cara yang lebih baik untuk melakukan banyak hal.Takaran cara organisasi dikelola dan bagaimana itu akan sukses atau gagal dilihat dari bagaimana seorang pemimpin menangani kesalahannya sendiri dan kesalahan orang lain

Pada akhir sambutannya Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus menyampaikan delapan etos kerja baru yang diharapkan dapat sebagai bekal para pimpinan melaksanakan tugas sehari-hari. Delapan etos kerja baru tersebut :

1. Kerja itu Rahmat, kerja adalah Terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus

2. Kerja itu Amanah, kerja adalah Tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas

3. Kerja itu Suci, kerja adalah Panggilanku, aku sanggup bekerja benar

4. Kerja itu Sehat, kerja adalah Aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras

5. Kerja itu Seni, kerja adalah Kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif

6. Kerja itu Ibadah, kerja adalah Pengabdianku, aku sanggup bekerja serius

7. Kerja itu Mulia, kerja adalah Pelayananku, aku sanggup bekerja memuaskan

8. Kerja itu Kehormatan, kerja adalah Kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul/bermutu.

Setelah mengikuti pelatihan selama enam hari tersebut para peserta merasa sangat terbantu dalam melaksanakan tugas dilapangan karena materi yang diberikan sangat aplicable, seperti merumuskan visi masa depan sekolah dan mampu memngimplemantasikan dalam tugas sehari-hari, memperaktekan ketrampilan leading-managerial yang dapat meningkatkan dinamika pendidikan di sekolahnya, merancang action plan peningkatan mutu sekolah dan melakasanakan supervisi dan penilaian kepada guru dan karyawan secara berkala dan terpogram

Sebelum acara penutupan, para peserta mendapat masukan dari alumni siswa SMA Tarsisius I berkaitan dengan ICT yang sudah dikembangkan di Yayasan Bunda Hati Kudus dengan 22 persekolahaannya. Pada intinya Yayasan Bunda Hati Kudus bersama persekolahannya sudah setapak lebih maju dalam bidang ICT dan perlu terus dikembangkan biar lebih maju lagi terutama dalam menu berbahasa Inggris.

Pada tanggal 23 Februari 2008 pukul.16.00 Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se-YBHK secara resmi ditutup. Dalam penutupan tersebut Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus berpesan hendaknya para peserta menjadi Pemimpin yang lebih efektif. Untuk itu para peserta harus memegang empat prinsip yaitu pertama, ber-tukar pikiran-lah dengan orang-orang yang Anda ingin pengaruhi. Kedua, terapkanlah kaidah “Manusiawi” dalam berurusan dengan orang lain. Ketiga berpikirlah maju, percayalah akan kemajuan, mendeaklah untuk maju dan keempat, luangkan waktu untuk berunding dengan diri sendiri dan sadap kekuatan berpikir Anda yang tertinggi.

Pesan lain yang sangat menyentuh peserta pelatihan yaitu berkaitan dengan bagaimana mana pola pikir seorang pemimpin ketika menghadapi suatu situasi kruisal dan kritis. Untuk itu seorang pemimpin juga harus mempunyai atau berpikir/berjiwa besar dalam menghadapi kehidupan yang paling kritis. Situasi krisis itu seperti apa ? yaitu ketika orang kecil (mis : bawahan Anda) mencoba menjatuhkan Anda, maka Anda seorang pemimpin harus berpikir/berjiwa besar. Yang lain lagi yaitu ketika perasaan “Saya tidak mempunyai apa yang diperlukan”merayap masuk ke dalam diri Anda, maka saat itulah Anda harus berpikir/berjiwa besar. Kemudian ketika suatu argumen atau pertengkaran tampaknya tidak dapat dihindari, maka saat itulah berpikir/berjiwa besar Anda harus muncul. Demikian ketika Anda merasa kalah dan ketika anda merasa kemajuan Anda di tempat kerja melambat maka Anda harus berpikir/berjiwa besar.Demikianlah dua pesan yang sangat bernas yang disampaikan Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus semoga dapat sebagai bekal siraman rohani yang berharga bagi para peserta pelatihan.

Setelah memberikan sambutan penutupan secara simbolik Ketua Yayasan memberikan sertifikat kepada seluruh peserta dan kepada para nara sumber sebagai ucapan terima kasih Lembaga (YBHK) atas partisipasi aktif baik peserta maupun nara sumber. Selamat Menjalankan Tugas Sebagai Seorang Pimpinan.

APP 2008 BENTUK PEMBELAJARAN PEMULIHAN LINGKUNGAN HIDUP

budi-waluyo.jpgDalam pendalaman iman APP 2008 bagian pertama pemandu memutarkan VCD tentang Sumber Air di Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi.Umat tertegun melihat kondisi hutan yang masih terjaga baik, dimana di dalamnya terdapat aneka flora dan fauna yang masih alami dan terjaga dengan baik. Sumber mata air jernih dan melimpah dapat terlihat dengan jelas. dan waktu pemandu APP menanyakan pada salah seorang anak bagaimana tanggapan atas isi dari VCD tersebut ? dengan spontan anak tersebut menjawab “sungguh ajaib”, karena alam yang indah tersebut sekarang ini masih ada. Seluruh umat yang hadir mengamini. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya baik (bdk.Kej.1 : 25)

Namun demikian pada pertemuan berikutnya umat terheran-heran karena kondisi alam yang begitu indah telah dirusak oleh manusia. Hutan yang dulunya lebat sekarang jadi gundul. aneka binatang yang hidup berkembang biak dengan tenang diusik oleh manusia diburu diambil kulitnya, dagingnya ataupun dipelihara dengan kondisi alam yang berbeda dengan habitatnya. Sumber-sumber alam lainnya seperti barang tambang diambil sampai habis sedang bekas galiannya ditinggalkan begitu saja sehingga terjadilah kerusakan lingkungan.

Kerusakan Lingkungan dalam skala besar ini masih ditambah dengan perilaku sebagian besar manusia yang memperlakukan lingkungan hidup dengan semena-mena. “Kekerasan” terhadap lingkungan hidup tanpa sadar juga disumbang oleh perilaku sebagian besar manusia sehari-hari. Pengelolaan sampah yang buruk, sungai yang menjadi tong sampah besar bagi sebagian orang, “betonisasi” jalan dan bangunan-bangunan perumahan , hampir tidak menyisakan lahan hijau dan resapan bagi alam untuk bernafas dan memproduksi oksigen. Hal ini menjadi bukti bahwa manusi tidak setia dan cenderung menyeleweng dari tugas utamanya sebagai penerus karya ciptaan Allah. Allah sudah mempercayakan bumi dan segala isinya kepada manusia untuk dikelola dengan baik dan bijaksana, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di atas bumi (bdk,Kej,28b; Yer.27:5b).

Egoisme segelintir manusia yang mengeksploitasi alam untuk kepentingan diri berdampak kehancuran masa depan manusia lainnya dan juga tentunya lingkungan hidup itu sendiri.Aneka bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi menjadi refleksi bagi kita semua, bagaimana Allah memperingatkan umat manusia pada jaman Nuh. Banyak kejahatan terjadi dan akibatnya adalah bencana alam, sehingga Allah hanya memilih Nuh dan kerabatnya untuk diselamatkan, karena masih mau mendengarkan Allah.

Allah sungguh menyesal karena telah menciptakaan manusia (bdk, Kej, 6:6). Tuhan sudah bosan melihat tingkah kita (syair lagu Ebiet)

Alam dan lingkungan kita sedang sakit dan menderita. Yang membuat sakit dan menderita adalah manusia. Manusialah yang menjadi kunci penyelesaian masalah lingkungan hidup, baik sebagai pribadi maupun mahluk sosial. Oleh karenanya manusia ditantang untuk mengadakan transformasi diri dan perilaku terhadap lingkungan hidupnya, kalau dunia ingin sehat dan terpelihara. Transformasi ini akan terwujud kalau dalam diri manusia ditumbuhkan benih kesadaran akan kedudukan dan peran lingkungan hidup dalam dunia kita (Dr. William Chang, OFMCap, Moral Lingkungan Hidup, 2001)

Gereja sebagai tanda kehadiran Allah, tidak hanya berbicara tentang masalah-masalah kemanusiaan semata tetapi juga masalah-masalah lingkungan hidup. Contoh konkrit telah diperlihatkan oleh Paus Paulus VI dan Paus Yohanes Paulus II. Paus Paulus VI dengan tegas mengatakan bahwa manusia dan lingkungan alamiahnya saling terpaut dan perlunya pembatasan dalam menggunakan kekayaan alam.Ketegasan tersebut untuk mengingatkan manusia akan krisis lingkungan hidup dan acaman, akibat-akibat yang ditimbulkan oleh polusi industri dan mendesak sejumlah perubahan tingkah laku kita yang boros dan mengaitkan lingkungan hidup dengan perkembangan dalam perspektif kerja sama internasional. Hal senada juga disampaikan Paus Yohanes Paulus II malahan beliau melontarkan kritik tajam terhadap sikap manusia dalam memanfaatkan kekayaan alam. Seharusnya manusia menjadi kolaborator dengan Tuhan dalam karya penciptaan dan bukan mengganti kedudukan dan peran Tuhan. Lebih jauh beliau konsern pada perlindungan dan penyelamatan keadaan ekologi manusiawi, melindungi jenis-jenis hewan yang terancam punah dan keseimbangan umum bumi, serta menitikberatkan pada dimensi tanggung jawab manusia.

Pada akhirnya Allah mengharapkan supaya manusia dan alam tidak hancur. Dia mengutus PuterNya untuk menyelamatkan manusia dan seluruh alam ciptaannya. Perutusan Putera Allah diwariskan kepada para rasul dan kita sebagai murid-muridNya. Kita diutus untuk membuat aksi konkrit berkaitan dengan lingkungan hidup dan dimulai dari diri pribadi. Perlu kita pahami juga bahwa demi hidup dan kesejahteraan, umat manusia boleh mengolah kekayaan alam sambil memperhatikan beberapa hal penting yang tak dapat diabaikan seperti bertindak secara bertanggung jawab, memikirkan masa depan geberasi mendatang, dan mengembangkan sikap cinta lingkungan Semuanya itu tidak lain dalam rangka memulihkan, mengelola, dan memelihara lingkungan alam demi hidup sejahtera yang sejati sebagai wujud pertobatan kita pada Paska 2008 ini. Selamat Paska.

 

Daftar Pustaka :

1. Kerangka Dasar Aksi Puasa Pembangunan 2008, Kesejatian Hidup dalam Pemberdayaan

Lingkungan, Komisi PSE KWI, 2007

2. Chang, William. Moral Lingkungan Hidup, Yogayakarta : Penerbit Kanisius, 2001

***********

Pelatihan Penulisan Berita dan Artikel di Web

Setelah Web site Yayasan Bunda Hati Kudus dan lima web unit persekolahannya di launching pada tanggal 12 Jnuari 2008 yang lalu bukan berarti program ICT di lembaga tersebut selesai. Namun demikian yang menjadi problem adalah mengisi web site tersebut secara kontinyu dan makin berkualitas. Hal ini sangat penting karena semua orang di seluruh dunia akan membacanya. Apabila informasi yang di web tidak selalu di up date maka orang akan bosan dan tidak mengunjungi web itu lagi. Salah satu cara yang ditempuh oleh Yayasan Bunda Hati Kudus khususnya Biro Perencanaan Litbang-Diklat yang mengelola web tersebut yaitu dengan pelatihan penulisan berita dan artikel di web.

Tujuan diadakan pelatihan tersebut adalah agar para warga sekolah bertanggung jawab dan mempunyai rasa memiliki web sehingga segala kegiatan yang terjadi di masing-masing sekolah beritanya dapat disajikan dalam web tersebut terutama dalam menu berita. Selain itu para warga sekolah juga diajak untuk dapat menuangkan ide-ide segar untuk kemajuan sekolah dengan membuat artikel yang berbobot kemudian artikel tersebut di sajikan dalam web terutama pada menu artikel.

Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2008 dengan mengambil tempat di SMA Tarsisius II, Jl.Batusari Jakarta Barat. Pelatihan diikuti 39 orang yang terdiri dari 5 orang Kepala Unit, perwakilan guru baik TK, SD, SMP dan SMA masing-masing 5 orang,admin web 5 orang, 5 orang lagi karyawan kantor Yayasan ditambah 4 orang dari staf Biro Perlitdik (Perencanaan Litbang-Diklat).

Dalam pelatihan tersebut yang bertindak sebagai nara sumber yaitu Bapak Ari Benawa Darsana, seorang penulis yang produktif dimana tulisannya baik artikel maupun hasil liputannya mengisi berbagai media cetak seperti majalah Educare, majalah Hidup, Kompas dsb.

Pada awal presentasinya beliau memberikan motivasi kepada para peserta bahwa dalam menulis baik berita maupun artikel tidak ada istilah terlambat, yang penting semangat dan tidak usah menunggu sampai uzur. Bagi pemula hendaknya mengetahui kiat-kiat dalam menulis antara lain :1)tekun, tidak gampang menyerah, 2)kegiatan menulis hendaknya dijadikan wahana ekspresi dan hobi, 3)berpikir positip dari hasil yang kita tulis, 4)jangan berhenti menggali ide/ilham dan 4)setiap muncul ide/ilham langsung ditulis, diatur sistematikanya dan yang terakhir edit kembali tulisan tersebut.

Untuk jenis tulisan artikel Bapak Ari memberikan jurus tersendiri lagi yaitu pertama-tama rumuskan persoalannya, kedua persoalan tersebut lalu dijabarkan dalam beberapa pokok pikiran dan yang ketiga pokok pikiran itu lalu di-breakdown ke dalam paragraf, dan yang lebih penting lagi adalah dalam artikel tema harus aktual,singkat dan menarik.

Untuk jenis tulisan berita kiatnya adalah pertama harus ada sesuatu/berita yang hendak ditulis, kedua supaya dimengerti orang lain, gunakanlah kata-kata yang jelas, ketiga pahami teori dan terapkan secara benar dan tekun (5W + 1H) dan ketiga perlu latihan terus -menerus dan sabar.

Selain penulisan artikel dan berita ternyata Bapak Ari juga menambah satu lagi jenis tulisan yaitu feature. Dalam feature panjang pendek tidak penting, yang pokok adalah harus utuh dan memenuhi keingintahuan pembaca maka para peserta pelatihan disarankan apabila kemanapun kita pergi (waktu libur, piknik, karya wisata) hendaknya membuka mata lebar-lebar. Lihatlah sekeliling pasti banyak objek yang dapat diangkat menjadi feature.Pada hakekatnya feature selain mengelitik hati pembaca, juga menciptakan perubahan yang konstruktif. Penulis feature yang handala adalah orang yang berkisah. Ia bercerita kepada audience.Ia melukis sesuatu objek dengan kata-kata. Ia menarik pembaca masuk dalam suasana, menghidupkan imajinasi pembaca, sehingga pembaca merasa berhadapan langsung dengan objek. Kesimpulannya feature sangat menarik untuk ditulis.

Pada akhirnya apapun jenis tulisan apakah artikel, apakah berita atau feature dalam melakukan penulisan ada tiga langkah yang harus dipahami, disadari dan dilakukan dengan baik oleh seorang penulis.

Langkah pertama Berpikir Dulu, Baru Menulis

Langkah ini hendaknya diikuti benar oleh para penulis agar apabila ditengah jalan terjadi kemacetan maka akan didaptkan jalan keluarnya.Beda halnya bila kita menulis dulu baru berpikir, akibat yang terjadi bila di tengah jalan macet tidak tahu mesti berbuat apa dan bagaimana jalan keluarnya ?. Hal ini terjadi karena kita mengabaikan unsur proses kreatif dalam menulis: berpikir sebelum menulis.

Langkah kedua, Menulis untuk Pembaca

Perlu diingat bahwa kita menulis untuk pembaca bukan untuk diri sendiri. Berbeda dengan komunikasi lisan, dalam komunikasi tulisan tak ada kesempatan untuk menjelaskan maksud kita. Apa yang tertulis, itulah yang dibaca orang. Maka saran konkrit yang dapat disampaikan adalah dalam menulis hendaknya menghindari kata atau istilah yang jauh dari alam pikiran, daya tangkap, dan dunia pembaca.

Langkah ketiga, Menulis untuk Mengungkapkan

Kita menulis, karena memiliki fakta untuk ditulis. Kita ingin pembaca menangkap isi dan pesan tulisan kita. Kadar intelektual kita tidak tercermin dalam ungkapan yang sulit dan bahasa yang sukar dicerna.Sebaiknya ungkapan yang rumit dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Setelah presentasi materi selesai dilanjutkan praktek penulisan baik berita , artikel dikomputer dan hasil diperiksa oleh nara sumber dan apabila sudah memenuhi syarat dimasukan ke dalam web sekolah masing-masing. Pada akhir pelatihan para peserta merasakan bahwa menulis itu tidak gampang apa lagi menulis yang baik dan benar. Namun demikian dengan adanya nara sumber Bapak Ari para peserta dapat terbantu bagaimana menulis yang baik dan benar tersebut. Karena ditangan para peserta pelatihan, web masing-masing sekolah akan dapat berkembang dan dapat mempertanggungjawabkan semua isi dalam web tersebut Apabila tiga langkah tersebut diatas dapat dipenuhi maka kita punya keyakinan para peserta pelatihan tidak terlalu lama akan menjadi penulis handal dengan dimulai penulisan di web sekolah masing-masing. Selamat Menulis,Menulis dan Menulis.