Pelatihan Penulisan Berita dan Artikel di Web

Setelah Web site Yayasan Bunda Hati Kudus dan lima web unit persekolahannya di launching pada tanggal 12 Jnuari 2008 yang lalu bukan berarti program ICT di lembaga tersebut selesai. Namun demikian yang menjadi problem adalah mengisi web site tersebut secara kontinyu dan makin berkualitas. Hal ini sangat penting karena semua orang di seluruh dunia akan membacanya. Apabila informasi yang di web tidak selalu di up date maka orang akan bosan dan tidak mengunjungi web itu lagi. Salah satu cara yang ditempuh oleh Yayasan Bunda Hati Kudus khususnya Biro Perencanaan Litbang-Diklat yang mengelola web tersebut yaitu dengan pelatihan penulisan berita dan artikel di web.

Tujuan diadakan pelatihan tersebut adalah agar para warga sekolah bertanggung jawab dan mempunyai rasa memiliki web sehingga segala kegiatan yang terjadi di masing-masing sekolah beritanya dapat disajikan dalam web tersebut terutama dalam menu berita. Selain itu para warga sekolah juga diajak untuk dapat menuangkan ide-ide segar untuk kemajuan sekolah dengan membuat artikel yang berbobot kemudian artikel tersebut di sajikan dalam web terutama pada menu artikel.

Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2008 dengan mengambil tempat di SMA Tarsisius II, Jl.Batusari Jakarta Barat. Pelatihan diikuti 39 orang yang terdiri dari 5 orang Kepala Unit, perwakilan guru baik TK, SD, SMP dan SMA masing-masing 5 orang,admin web 5 orang, 5 orang lagi karyawan kantor Yayasan ditambah 4 orang dari staf Biro Perlitdik (Perencanaan Litbang-Diklat).

Dalam pelatihan tersebut yang bertindak sebagai nara sumber yaitu Bapak Ari Benawa Darsana, seorang penulis yang produktif dimana tulisannya baik artikel maupun hasil liputannya mengisi berbagai media cetak seperti majalah Educare, majalah Hidup, Kompas dsb.

Pada awal presentasinya beliau memberikan motivasi kepada para peserta bahwa dalam menulis baik berita maupun artikel tidak ada istilah terlambat, yang penting semangat dan tidak usah menunggu sampai uzur. Bagi pemula hendaknya mengetahui kiat-kiat dalam menulis antara lain :1)tekun, tidak gampang menyerah, 2)kegiatan menulis hendaknya dijadikan wahana ekspresi dan hobi, 3)berpikir positip dari hasil yang kita tulis, 4)jangan berhenti menggali ide/ilham dan 4)setiap muncul ide/ilham langsung ditulis, diatur sistematikanya dan yang terakhir edit kembali tulisan tersebut.

Untuk jenis tulisan artikel Bapak Ari memberikan jurus tersendiri lagi yaitu pertama-tama rumuskan persoalannya, kedua persoalan tersebut lalu dijabarkan dalam beberapa pokok pikiran dan yang ketiga pokok pikiran itu lalu di-breakdown ke dalam paragraf, dan yang lebih penting lagi adalah dalam artikel tema harus aktual,singkat dan menarik.

Untuk jenis tulisan berita kiatnya adalah pertama harus ada sesuatu/berita yang hendak ditulis, kedua supaya dimengerti orang lain, gunakanlah kata-kata yang jelas, ketiga pahami teori dan terapkan secara benar dan tekun (5W + 1H) dan ketiga perlu latihan terus -menerus dan sabar.

Selain penulisan artikel dan berita ternyata Bapak Ari juga menambah satu lagi jenis tulisan yaitu feature. Dalam feature panjang pendek tidak penting, yang pokok adalah harus utuh dan memenuhi keingintahuan pembaca maka para peserta pelatihan disarankan apabila kemanapun kita pergi (waktu libur, piknik, karya wisata) hendaknya membuka mata lebar-lebar. Lihatlah sekeliling pasti banyak objek yang dapat diangkat menjadi feature.Pada hakekatnya feature selain mengelitik hati pembaca, juga menciptakan perubahan yang konstruktif. Penulis feature yang handala adalah orang yang berkisah. Ia bercerita kepada audience.Ia melukis sesuatu objek dengan kata-kata. Ia menarik pembaca masuk dalam suasana, menghidupkan imajinasi pembaca, sehingga pembaca merasa berhadapan langsung dengan objek. Kesimpulannya feature sangat menarik untuk ditulis.

Pada akhirnya apapun jenis tulisan apakah artikel, apakah berita atau feature dalam melakukan penulisan ada tiga langkah yang harus dipahami, disadari dan dilakukan dengan baik oleh seorang penulis.

Langkah pertama Berpikir Dulu, Baru Menulis

Langkah ini hendaknya diikuti benar oleh para penulis agar apabila ditengah jalan terjadi kemacetan maka akan didaptkan jalan keluarnya.Beda halnya bila kita menulis dulu baru berpikir, akibat yang terjadi bila di tengah jalan macet tidak tahu mesti berbuat apa dan bagaimana jalan keluarnya ?. Hal ini terjadi karena kita mengabaikan unsur proses kreatif dalam menulis: berpikir sebelum menulis.

Langkah kedua, Menulis untuk Pembaca

Perlu diingat bahwa kita menulis untuk pembaca bukan untuk diri sendiri. Berbeda dengan komunikasi lisan, dalam komunikasi tulisan tak ada kesempatan untuk menjelaskan maksud kita. Apa yang tertulis, itulah yang dibaca orang. Maka saran konkrit yang dapat disampaikan adalah dalam menulis hendaknya menghindari kata atau istilah yang jauh dari alam pikiran, daya tangkap, dan dunia pembaca.

Langkah ketiga, Menulis untuk Mengungkapkan

Kita menulis, karena memiliki fakta untuk ditulis. Kita ingin pembaca menangkap isi dan pesan tulisan kita. Kadar intelektual kita tidak tercermin dalam ungkapan yang sulit dan bahasa yang sukar dicerna.Sebaiknya ungkapan yang rumit dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

Setelah presentasi materi selesai dilanjutkan praktek penulisan baik berita , artikel dikomputer dan hasil diperiksa oleh nara sumber dan apabila sudah memenuhi syarat dimasukan ke dalam web sekolah masing-masing. Pada akhir pelatihan para peserta merasakan bahwa menulis itu tidak gampang apa lagi menulis yang baik dan benar. Namun demikian dengan adanya nara sumber Bapak Ari para peserta dapat terbantu bagaimana menulis yang baik dan benar tersebut. Karena ditangan para peserta pelatihan, web masing-masing sekolah akan dapat berkembang dan dapat mempertanggungjawabkan semua isi dalam web tersebut Apabila tiga langkah tersebut diatas dapat dipenuhi maka kita punya keyakinan para peserta pelatihan tidak terlalu lama akan menjadi penulis handal dengan dimulai penulisan di web sekolah masing-masing. Selamat Menulis,Menulis dan Menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: