Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se Yayasan Bunda Hati Kudus Jakarta TAHUN 2008

 

Mengembangkan profesionalitas seorang pimpinan sekolah adalah menjadi tanggung jawab antara Pengurus Yayasan dengan diri pimpinan sekolah yang ada di Yayasan Bunda Hati Kudus.Pengembangan profesionalitas pimpinan ini sebagai wujud dari aktualisasi diri seorang pemimpin agar dapat mengikuti arus perubahan jaman dan merancang pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik untuk menyiapkan generasi yang akan datang.Dengan memperhatikan adanya perubahan struktur oraganisasi Yayasan Bunda Hati Kudus dan perubahan kurikulum, menjadi tantangan bagi Yayasan untuk segera melakukan penempatan bagi pejabat struktural ditingkat Biro, Unit Sekolah maupun di jenjang sekolah. Untuk itu Biro Pendidikan bekerja sama dengan Biro terkait di Yayasan Bunda Hati Kudus melakukan pengembangan kompetensi kepemimpinan melalui pembinaan dan pelatihan para pimpinan sekolah yang dikenal dengan nama Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se-YBHK.

Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se-YBHK ini dilaksanakan selama 6 hari dari hari Senin, 18 Februari 2008 dan berakhir pada hari Sabtu, 23 Februari 2008 dengan mengambil tempat di Aula Kantor Yayasan Bunda Hati Kudus,Jl. Raya Kebun Jeruk No.19 Jakarta Barat. Selama 6 hari terseubt para pimpinan berjumlah 50 orang yang terdiri dari Para Kepala Unit berserta kepala seksinya, Para Kepala Sekolah beserta wakil dan Para Kepala Biro di lingkungan Yayasan Bunda Hati akan mendapat 9 materi pelatihan antara lain Sekolah sebagai sistem, Kepala Sekolah dan visi masa depan, Konsep Dasar Manajemen Kendali Mutu, Pemecahan masalah dan Pengambilan Keputusan, Diagnosa Organisasi Sekolah, Fungsi Manjemen Kepala Sekolah, Budaya Sekolah, Melakukan Evaluasi yang baik dan benar dan diakhir materi Konsep Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Adapun nara sumber yang menyampaikan materi diambil dari kalangan internal yaitu ada Ketua Yayasan, Pengawas, Kepala Biro maupun Kepala Bidang.

Dalam kata sambutan pembukaan pelatihan, Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus, Drs.ArobyJ.Javlean,MM mengutip Kitab Suci Efesus 4 : 15-16 yang bunyinya sebagai berikut : “Kristus adalah kepala dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiaannya, sesuai dengan kadar pekerjaan, dan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih “.Para pimpinan baik itu Kepala Unit, Kepala Seksi, Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala Sekolah tentu sangat paham makna dari kutipan tersebut.

Lebih jauh Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus menyampaikan bahwa sebagai Pemimpin itu tidak mudah. Dia harus mau belajar dari krisis yang dialami, harus mau berubah, berani mengambil resiko dan tidak takut membuat kesalahan. Sebab dengan adanya krisis wawasan menjadi lebih kuat dan lebih berarti bagi semua orang yang ikut ambil bagian, sedangkan perubahan akan membawa berkat bagi mereka yang siap sedangkan perubahan merupakan suatu kutuk bagi yang lalai. Cara untuk membuat perubahan adalah dengan meninggalkan paradigma “Mencoba dan Benar” yang bernama COP (Control = Mengendalikan ,Order = Mengatur , Predict =Meramalkan) beralih ke model baru yaitu ACE (Achnowledge = Mengakui, Create = Menciptakan, Empower = Memberdayakan).

Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko. Dengan berani mengambil resiko para pimpinan, pertama akan mampu membuat dunia organisasi kita menyesuikan diri dengan perubahan yang diinginkan pemimpin dan kedua berani melepaskan apa yang selama bertahun-tahun dianggap sudah teruji dan benar oleh kebanyakan orang/karyawan.

Pimpinan yang baik tidak takut membuat kesalahan, sebab hanya melalui kesalahan kita sajalah kita bisa menciptakan cara yang lebih baik untuk melakukan banyak hal.Takaran cara organisasi dikelola dan bagaimana itu akan sukses atau gagal dilihat dari bagaimana seorang pemimpin menangani kesalahannya sendiri dan kesalahan orang lain

Pada akhir sambutannya Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus menyampaikan delapan etos kerja baru yang diharapkan dapat sebagai bekal para pimpinan melaksanakan tugas sehari-hari. Delapan etos kerja baru tersebut :

1. Kerja itu Rahmat, kerja adalah Terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus

2. Kerja itu Amanah, kerja adalah Tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas

3. Kerja itu Suci, kerja adalah Panggilanku, aku sanggup bekerja benar

4. Kerja itu Sehat, kerja adalah Aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras

5. Kerja itu Seni, kerja adalah Kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif

6. Kerja itu Ibadah, kerja adalah Pengabdianku, aku sanggup bekerja serius

7. Kerja itu Mulia, kerja adalah Pelayananku, aku sanggup bekerja memuaskan

8. Kerja itu Kehormatan, kerja adalah Kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul/bermutu.

Setelah mengikuti pelatihan selama enam hari tersebut para peserta merasa sangat terbantu dalam melaksanakan tugas dilapangan karena materi yang diberikan sangat aplicable, seperti merumuskan visi masa depan sekolah dan mampu memngimplemantasikan dalam tugas sehari-hari, memperaktekan ketrampilan leading-managerial yang dapat meningkatkan dinamika pendidikan di sekolahnya, merancang action plan peningkatan mutu sekolah dan melakasanakan supervisi dan penilaian kepada guru dan karyawan secara berkala dan terpogram

Sebelum acara penutupan, para peserta mendapat masukan dari alumni siswa SMA Tarsisius I berkaitan dengan ICT yang sudah dikembangkan di Yayasan Bunda Hati Kudus dengan 22 persekolahaannya. Pada intinya Yayasan Bunda Hati Kudus bersama persekolahannya sudah setapak lebih maju dalam bidang ICT dan perlu terus dikembangkan biar lebih maju lagi terutama dalam menu berbahasa Inggris.

Pada tanggal 23 Februari 2008 pukul.16.00 Pelatihan Manajement Supervisory Bagi Para Pimpinan Se-YBHK secara resmi ditutup. Dalam penutupan tersebut Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus berpesan hendaknya para peserta menjadi Pemimpin yang lebih efektif. Untuk itu para peserta harus memegang empat prinsip yaitu pertama, ber-tukar pikiran-lah dengan orang-orang yang Anda ingin pengaruhi. Kedua, terapkanlah kaidah “Manusiawi” dalam berurusan dengan orang lain. Ketiga berpikirlah maju, percayalah akan kemajuan, mendeaklah untuk maju dan keempat, luangkan waktu untuk berunding dengan diri sendiri dan sadap kekuatan berpikir Anda yang tertinggi.

Pesan lain yang sangat menyentuh peserta pelatihan yaitu berkaitan dengan bagaimana mana pola pikir seorang pemimpin ketika menghadapi suatu situasi kruisal dan kritis. Untuk itu seorang pemimpin juga harus mempunyai atau berpikir/berjiwa besar dalam menghadapi kehidupan yang paling kritis. Situasi krisis itu seperti apa ? yaitu ketika orang kecil (mis : bawahan Anda) mencoba menjatuhkan Anda, maka Anda seorang pemimpin harus berpikir/berjiwa besar. Yang lain lagi yaitu ketika perasaan “Saya tidak mempunyai apa yang diperlukan”merayap masuk ke dalam diri Anda, maka saat itulah Anda harus berpikir/berjiwa besar. Kemudian ketika suatu argumen atau pertengkaran tampaknya tidak dapat dihindari, maka saat itulah berpikir/berjiwa besar Anda harus muncul. Demikian ketika Anda merasa kalah dan ketika anda merasa kemajuan Anda di tempat kerja melambat maka Anda harus berpikir/berjiwa besar.Demikianlah dua pesan yang sangat bernas yang disampaikan Ketua Yayasan Bunda Hati Kudus semoga dapat sebagai bekal siraman rohani yang berharga bagi para peserta pelatihan.

Setelah memberikan sambutan penutupan secara simbolik Ketua Yayasan memberikan sertifikat kepada seluruh peserta dan kepada para nara sumber sebagai ucapan terima kasih Lembaga (YBHK) atas partisipasi aktif baik peserta maupun nara sumber. Selamat Menjalankan Tugas Sebagai Seorang Pimpinan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: