MUNGKINKAH H1 SEORANG PEREMPUAN ?

budi-waluyo.jpgPada saat acara penyerahan penghargaan MURI berkaitan dengan Menteri Keuangan Pertama yang menandatangtangani ORI pertama, Jaya Suprana mengatakan ada yang tertinggal dalam penyerahan penghargaan tersebut yaitu pemberian penghargaan untuk Ibu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Perempuan pertama. Penulis berpikir mengapa hanya Ibu Sri Mulyani, bukankah Ibu Megawati Sukarno Putri juga Presiden RI Perempuan pertama, juga Ibu Ratu Utut sebagai Gubernur Perempuan pertama di Indonesia dan sederetan perempuan Indonesia lain yang dapat diandalkan sebagai pemimimpin bangsa.

Prolog di atas ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa perempuan patas mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa.Apa yang terpikir bahwa perempuan banyak yang dimarginalkan tapi ternyata secara tak terduga dapat menjadi orang pertama di republik ini, dapat juga menjadi orang pertama di Propinsi Banten. Bagaimana dengan Gubernur Jawa Tengah 2008 (H1) mungkinkah seorang perempuan yang nanti sekaligus menjadi Gubernur Jawa Tengah Perempuan Pertama yang tentunya MURI siap memberikan pengahargaan.

Melihat perkembangan Pilgub Propinsi Jawa Tengah 2008, peluang permpuan untuk menjadi H1 sangat kecil, tetapi peluang itu belum tertutup sama sekali karena PDI-P dan PKB sampai sekarang belum menentukan calonnya. Cagub yang sudah definitip antara lain B-A (Bambang –Adnan) dari Partai Golkar dan S-S (Sukawi-Sudharto) dari Partai Demokrat yang kemungkinan berkoalisi dengan PKS. Dari para cagub yang ada dan kemungkinan yang akan menyusul,muncul keprihatinan tidak adanya calon gubernur perempuan. Pada hal era persamaan gender telah dikumandangkan seluruh dunia, perempuan 20 % di parlemen telah juga diundangkan, apa yang masih kurang ?. Perempuan sudah mendapat eksistensi baik secara cultural maupun di kancah politik. Bebicara pemimpin perempuan Jawa Tengah sebelum era kemerdekaan memiliki pejuang emansipasi yaitu R.A. Kartini dan tentunya masih banyak lagi dan untuk sekarang ini apakah tidak ada kartini-kartini lain yang pantas menjadi H1?

Sudah kami sampaikan diatas bahwa peluang gubernur Jawa Tengah Perempuan belum tertutup karena peluang masih ada dan tinggal mengharapkan PDI-P dan PKB. Kedua partai tersebut sangat konsisten mengangkat perempuan sejajar dengan pria. Khususnya PDI-P telah mencalonkan Ketua Umum nya seorang perempuan menjadi calon Presiden RI 2009. Untuk perempuan PDI-P saja telah dicalonkan Presiden mana tidak mungkin PDI-P tidak mencalonkan Gubernur perempuan di Propinsi Jateng?.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah siapa beliau yang perempuan yang patas dicalonkan menjadi Gubernur Jawa Tengah ?.Apakah PDI-P melirik dari kader bangsa perempuan di luar PDI-P atau dari dalam PDI-P ?. Kalau dari luar PDI-P sampai sekarang ini yang mendaftarkan ke PDI-P semua laki-laki baik dari mantan pejabat, mantan birokrat, politikus dan lain-lain, sedangkan dari kaum perempuan belum ada atau tidak ada. Peluang perempuan menjadi cagub propinsi Jateng tinggal dari dalam kader PDI-P sendiri yaitu Bupat Kebumen Rustriningsih. Walaupun kontelasi yang berkembang sekarang ini memposisikan Rustriningsih sebagai cawagub atau H2 dengan tugas sebagai pendulang suara untuk Jawa Tengah bagian selatan. Rustriningsih mengaku telah dilamar sekitar lima orang calon H1, namun demikian harapan untuk menjadi H1 masih mungkin karena beliau belum menerima atau menolak lamaran tersebut dan sebagai kader partai taat tetap menunggu penugasan partai (Tempo,8-9-2007) Bagaimana kalau partai justru menugaskan Rustriningsih sebagai calon gubernur untuk kelak menjadi H1?. Hal ini bukan mengada-ada karena Ketua DPP PDIP Cahyo Kumolo di Kebumen mengatakan bahwa PDIP sudah memiliki 12 nama yang dinominasikan untuk maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2008 mendatang. Satu di antaranya Bupati Kebumen Dra Hj Rustriningsih MSi. (Tempo, 3 September 2007)

Kalau ditinjau dari komptensi dalam adiminstrasi pemerintahan sudah tidak diragukan lagi walaupun skopnya tidak seluas propinsi tetapi pengalaman untuk hal itu sudah ada. Oleh karena jabatan Gubernur pada Era Reformasi sekarang init adalah cenderung sebagai jabatan publik bukan lagi jabatan pollitik maka kemampuan untuk memberikan pelayanan kepada public juga menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan sebagai gubernur.

Penguasaan para cagub berkaitan dengan isi dan implementasinya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah juga sangat diperlukan yang ujung-ujungnya adalah pemberian kewenangan yang lebih luas kepada Daerah untuk mengatur Daerah sendiri (Kabupaten/Kota).

Rustriningsih sebagai Bupati Kebumen telah mengejawatahkan sebagai pejabat public yaitu dengan mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 53 Tahun 2004 tentang Partisipasi Publik Dalam Proses Kebijakan Publik. Perda tersebut menundudukan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap proses kebijakan public.Pemikiran ini disampaikan dalam Seminar Hukum Nasional 2006 dengan judul “MEMBANGUN AKSES TERHADAP KEADILAN, PERSPEKTIF OTONOMI DAERAH”. Pemerintah Kabupaten Kebumen. Dalam implementasinya Perda tersebut mendapat penialain positip dari Alinasi Jurnalis Independen (AJI).. Dengan adanya Perda tersebut pula Bupati Kebumen Rustriningsih telah membantu dunia pers demi terpenuhi hak public atas informasi dan kebebasan berekspresi. Setelah melalui seleksi yang ketat maka Rustrningsih dinyatakan sebagai orang yang paling tepat untuk menerima Tasrif Award karena dia adalah oarng yang memberikan inspirasi bagi semua pejabat pemerintahan yang ada di Indonesia mengenai cara memerintah dan keterbukaan terhadap masyarakat.

Dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, dari awal memerintah di Kabupaten Kebumen, Rustriningsih telah mencanangkan program transparansi dan clean-governance di daerahnya. Kedua kebijakannya itu salah satunya berupa pemilihan PNS (Civil Servant) berdarkan asas meritokrasi (mutu) tidak berdasarkan KKN dan dilakukan secara terbuka (Pidato Bu Mega di PBB & Pejabat RI di CNN/BBC, 12-10 2005), dan sampai sekarang Rustri tetap konsisten dengan tekadnya membrantas korupsi, kolusi dan nepotisme (GATRA, Edisi 47, Jumat 3 Oktober 2003)

Dari beberapa pengalaman yang dimiliki serta dalam rangka persamaan gender tidak diragukan lagi apabila Bupati Kebumen tersebut menjadi cagub Jawa Tengah dalam Pilgub 2008 nanti. Namun demikian kalau jalan hidup harus menjadi H2 maka dapat belajar dari perjalanan karier Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Wanita yang pernah mendapat pengahrgaan Anugerah Citra Kartini2003 itu mengawali jenjang politik ketika menjadi cawagub, mendampingi H Djoko Munandar maju dalam Pilgub Banten 2001. Kala itu “Blac campaign” menimpanya antara lain ada sekelompok masyarakat yang mempersoalkan naiknya perempuan menjadi pemimpin di daerah kemudian diisukan bahwa dirinya telah mendirikan gereja di setiap kecamatan di Provinsi Banten.Namun demikian Ratu Atut Chosiyah mampu melampaui semuanya itu. Memang tidak mudah untuk menjadi H1 Perempuan disamping pola pikir masyarakata Jawa Tengah juga masih ada yang tidak rela dipimpin perempuan dan sebagai Bupati Kebumen penguasaan suara mengumpul di bagian selatan sedang secara geografis masih ada Jawa Tengah bagian utara, barat dan timur. Semoga ini menjadi tantangan bukan halangan.

 

Daftar rujukan :

1. GATRA, Edisi 47 Beredar Jumat 3 Oktober 2003

2. Pidato Presiden Megawati Sukarno Putri di PBB, 12 Oktober 2005

3. Rustriningsih,”Membangun Akses Terhadap Keadilan, Perpestik Otonomi Daerah”, Seminar Pengkajian Hukum Nasional 2006, Jakarta 22-23 Nopember 2006

3. Tempo, 3 September 2007

4. Tempo, 8 September 2007

 


 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: